Fenomena Konjungsi Darto Dan Darti

Darto tak pandai menyampaikan rasa. diam dan memperhatikan lebih banyak dilakukan dari pada mengungkapkan. Sekian lama Darto memendam rasa pada Darti, tapi Darto takut ditolak dan sakit hati. Bagi Darto, dirinya hanyalah planet mars yang bercahaya samar dan kemerah-merahan. Sedangkan Darti adalah planet Venus yang cahayanya dua ratus kali lipat lebih terang dari pada Mars. Menurut pemikiran Darto, nasib cintanya seperti fenomena konjungsi. Hanya bisa dekat tapi tak mampu menyatu. 

Di sudut kota Nganjuk, Darti menatap langit yang sama dengan Darto. Hatinya diliputi rindu yang menggebu. Baginya Darto bukan hanya sahabat tetapi juga kekasih idaman. Bertahun-tahun rasa cinta ini dipendam oleh Darti. Bertahun-tahun menanti keajaiban terjadi. 

Bulan semakin meninggi. Darti menutup daun jendela yang sejak sore terbuka. Ingin rasanya memejamkan mata, tapi rasa ngantuk belum menyapa. 

Darti mengambil buku Diary kesayangannya dan sebuah pena. Dituangkan segala rasa yang mengganjal di pikirannya. Setelah merasa lega diapun tidur seperti biasa. 

Hari ini Darti berencana menulis Buku Diary di pinggir lapangan Kartoharjo. Dia kayuh sepedah pancal Polygon dengan semangat membara. Entah bagaiman kejadiannya tiba-tiba dia terjatuh kesawah. Darti pingsan. Seluruh tubuhnya basah, Untung saat itu Darto lewat. Dia bawa Darti pulang kerumah. Emak dan Bapak Darti masih di sawah. Sesampai dirumah, Darti dibersihkan oleh budenya. Sedangkan barang-barang darti diletakkan di meja. 

Melihat buku Diary yang sangat indah, Darto penasaran. Dibaca huruf demi huruf, kata demi kata dengan seksama. Tubuhnya bergetar, ternyata Darti membalas perasaanya. Jika tidak ingat ini adalah rumah Darti, Darto pasti sudah berjingkrak-jingkrak riang. Dia masih berada pada mode waras, sehingga tidak perlu melakukan hal-hal konyol. 

Keesok harinya, Darti mendapatkan sepucuk surat berwarna merah muda dari Darto. Surat cinta yang membuat Darti menjadi wanita paling beruntung di dunia. 

"Darti, aku akan datang," sebuah pesan singkat masuk ke gawainya. 
Darti hanya tersenyum tanpa berniat membalas pesan dari pujaan hatinya. Lima belas menit setelah pesan diterima, tiba-tiba ada telp masuk.

"Ti, Darto meninggal karena kecelakaa," mendengar berita tersebut, tiba-tiba pandangan gelap dan tak sadarkan diri.


Nganjuk, 5 Agustus 2021

#TugasPekan3
#NomerAbsen36
#SMKBacth4
#Kopling

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dukun Bayi

Hukuman