Postingan

Dukun Bayi

#Tugas Pekan IX  #Nomer Absen 36 #SMKbacth4 #Kopling #Harike 3 Tugas : Menulis Cerpen Selama 6 hari. Tema : Bebas Judul :Dukun Bayi Oleh :Muhimatus Sho'idah  "Oek... Oek... Oek..." Suara tangis bayi terdengar nyaring, memecahkan ketegangan penghuni rumah. Parjo sujud syukur melihat bayinya yang baru lahir. Bukan proses melahirkan yang biasa, sebab beberapa jam yang lalu Parjo dan Aini masih berjalan dari rumah bidan.   "Menurut hasil USG, Istri Anda harus melakukan operasi sesar, sebab bayinya terlilit usus, resikonya terlalu besar jika dilahirkan normal," begitulah kata bidan yang memeriksa Aini.  "Lakukan yang terbaik untuk keselamatan bayi dan Ibu bayi, Bu," bagi Parjo keselamatan keluarganya tidak bisa dibeli dengan uang. Berapa besarpun biayanya, dia akan menempuhnya.  "Saya akan membuatkan surat rujukan, silahkan setelah ini anda pergi kerumah sakit Cahaya Pelita," Bu Bidan mengambil selembar surat rujukan dan membubuhinya dengan tulisa...

Hukuman

“Hentikan,“ teriak Alexa, tangisnya mulai pecah.  Ini adalahtangisannya yang kedua setelah pagi tadi kedua orang tuanya beradu mulut dan membanting apa saja yang ada didekat mereka. Dan sore ini, kembali terdengar suara ayah dan ibunya yang saling memaki.  Sebenarnya kejadian seperti ini bukanlah pemandangan yang asing bagi Alexa, sejak kecil dia sudah terbiasa mendengarkan perdebatan demi perdebatan. Keinginannya untuk memiliki keluarga yang harmonis dan lengkap akan sulit terwujdkan.  “Tuhan!!!!!“ batinnya menjerit, tidak terima dengan kenyataan yang dia hadapi. “Aku ingin pergi dari rumah ini,“ bisik alisa. #TugasPekan4 #NomerAbsen36 #SMKbacth4 #Kopling

Fenomena Konjungsi Darto Dan Darti

Darto tak pandai menyampaikan rasa. diam dan memperhatikan lebih banyak dilakukan dari pada mengungkapkan. Sekian lama Darto memendam rasa pada Darti, tapi Darto takut ditolak dan sakit hati. Bagi Darto, dirinya hanyalah planet mars yang bercahaya samar dan kemerah-merahan. Sedangkan Darti adalah planet Venus yang cahayanya dua ratus kali lipat lebih terang dari pada Mars. Menurut pemikiran Darto, nasib cintanya seperti fenomena konjungsi. Hanya bisa dekat tapi tak mampu menyatu.  Di sudut kota Nganjuk, Darti menatap langit yang sama dengan Darto. Hatinya diliputi rindu yang menggebu. Baginya Darto bukan hanya sahabat tetapi juga kekasih idaman. Bertahun-tahun rasa cinta ini dipendam oleh Darti. Bertahun-tahun menanti keajaiban terjadi.  Bulan semakin meninggi. Darti menutup daun jendela yang sejak sore terbuka. Ingin rasanya memejamkan mata, tapi rasa ngantuk belum menyapa.  Darti mengambil buku Diary kesayangannya dan sebuah pena. Dituangkan segala rasa yang mengganjal ...